Sasaka

Pemdes Dangiang Paparkan Kegiatan dan Program Desa

Sasaka.id, Lombok Utara – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Dangiang, Raden Supardin, S.pt., menyampaikan alokasi APBDes yang telah dilakukannya semenjak menjabat sebagai pelaksana harian kepala desa Dangiang. Program tersebut juga nantinya akan dilanjutkan oleh Kades terpilih, Lalu Edi Prayitno.

“Untuk tahun 2024 ini, APBDesnya sudah selesai dan pembahasannya bersama masyarakat, juga bersama BPD itu sudah selesai. Dan itu sudah dievaluasi oleh pemerintah kecamatan dan sudah ditetapkan pada tanggal 27 Desember lalu untuk menetapkan APBDes tahun 2024,” ungkapnya.

Keterkaitan dengan APBDes kita sesuai dengan aturan dan regulasi yang sudah ada, misalnya Kemendes tahun 2024. Itu diantaranya adalah BLT DD, kami coba alokasikan 10% untuk BLT, untuk BLT tidak ada keterbatasan. Kemudian untuk ketahanan pangan itu 20% itu kami anggarkan. Itu alokasinya adalah untuk jalan usaha tani dan irigasi.

“Kemudian yang kedua ini untuk pemberdayaan ini jangka pendek, akan kami coba memanfaatkan potensi-potensi yang ada. Berkaitan dengan sektor yang sudah ada yaitu pembuatan pupuk kompos yang sudah kami lakukan. Karena ini banyak ditanyakan masyarakat kita. Kemudian Bumdes ini sudah kita rekapitulasi bumdes, Alhamdulillah dapat sekitar 70 juta,” bebernya.

Supardin melanjutkan, pada tahun 2023 banyak hal yang sudah dilakukan, baik itu kepala desa definitif, L Edi Priayitno. Kemudian kegiatan berupa fisik, yang pertama berupa rabat jalan, itu untuk tahun 2023 bulan Agustus. Jalan yang ada di dusun timur tengah yang tembus menuju dusun Jelantik. Kurang lebih panjang jalannya sekitar 1km lebih.

Untuk tahun 2023, program fisiknya, perbaikan lapangan futsal, itu sudah jadi, Insya Allah, untuk tahun 2024 ini, bisa kita manfaatkan dan kita sudah buat perdesnya, berkaitan dengan pemanfaatan dari lapangan futsal itu.

“Kemudian terkait dengan pemberdayaan di bidang kesehatan terkait dengan penyuluhan stunting, yang coba kita inisiasi yang pertama adalah ibu-ibu kader posyandu. yang kita lakukan pada 10 November lalu. Stunting yang bermula 92 dan turun menjadi 62.

Kemudian di bidang ketahanan pangan, desa juga memanfaatkan pekarangan rumah, KRPL (pekarangan rumah pangan lestari).

Tidak lupa dalam bidang kesehatan, untuk kader-kader posyandu itu juga dapat insentif. Mereka juga diberikan pelatihan-pelatihan terkait penanggulangan stunting, penyuluhan narkoba dan penyuluhan TBC.

Sementara pada bidang keagamaan, sambungnya, akan ada pelaksanaan MTQ, desa akan merekrut siapa yang pernah mendapatkan juara akan dikirim ke kecamatan. Nantinya kecamatan yang akan mengirim ke kabupaten, agenda ini akan dilakukan pada bulan Maret sesuai surat dari kabupaten.

“Kemudian selanjutnya terkait dengan infrastruktur akan kita lakukan di Melepah sari dan sudah dievaluasi. dan insya Allah, sudah rampung dia, dan sudah dievaluasi oleh camat. Sebelum membagikan BLT, kami pemerintah desa akan adakan Musdes. Dimana kita fokus untuk membuka usaha tani,” tutupnya. (Laila)

Exit mobile version