Sasaka

ALISHTER Gelar Pelatihan di Sembalun Lombok Timur Dorong Pertanian Aman dan Produktif

Sasaka.id, Lombok Timur – Kelompok petani di Kecamatan Sembalun mendapatkan pembekalan khusus mengenai penggunaan pestisida terbatas melalui kegiatan Training of User (ToU) Pestisida Terbatas yang diselenggarakan oleh Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan pestisida secara aman, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, guna mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Pelatihan dibuka oleh Darajata, S.Pt., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki manfaat besar bagi petani, terutama di Kecamatan Sembalun yang selama ini dikenal sebagai sentra benih bawang putih nasional sekaligus daerah pengembangan komoditas kentang.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para petani, khususnya di Sembalun. Apalagi daerah ini telah menjadi sentra benih bawang putih nasional dan penghasil kentang. Pengetahuan tentang penggunaan pestisida yang benar sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan pertanian,” ujarnya.

Ketua ALISHTER Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abdullah, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan sistem budidaya pertanian yang aman dan berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pestisida.

“Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga praktik langsung kepada petani mengenai cara pencampuran pestisida yang benar. Dengan demikian, petani dapat memahami penggunaan pestisida secara tepat dan aman di lapangan,” jelas Abdullah.

Ia menambahkan, penggunaan pestisida terbatas yang sesuai prosedur dapat membantu petani meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja dalam proses persiapan lahan.

Abdullah juga menyebutkan bahwa program pelatihan ini telah dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Pulau Lombok. Setelah digelar di Sambelia pada tahun 2024 dan Lembar Kebon Ayu pada tahun 2025, tahun ini Kecamatan Sembalun menjadi lokasi pelaksanaan pelatihan.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur turut berperan sebagai narasumber. Materi disampaikan oleh Dr. Datu Candra Nike kepada peserta yang dibagi ke dalam tiga kelompok agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif.

Adapun materi yang diberikan meliputi pemahaman label pestisida, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengelolaan limbah pestisida, serta langkah-langkah pertolongan pertama apabila terjadi paparan atau keracunan pestisida saat bekerja di lahan pertanian.

Selain mendapatkan materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti sesi praktik lapangan mengenai tata cara pencampuran pestisida yang benar. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani sehingga mampu menerapkan penggunaan pestisida secara aman, tepat dosis, dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, ALISHTER bersama pemerintah daerah berharap kesadaran petani terhadap aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan semakin meningkat, sehingga sektor pertanian di Sembalun dapat terus berkembang secara produktif dan berkelanjutan.

Exit mobile version