
Sasaka.id, Lombok Utara – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan pestisida yang aman, efektif, dan ramah lingkungan, digelar Pelatihan Pestisida bagi Pengguna Terbatas (Training of User Pestisida Terbatas) yang diselenggarakan oleh Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) di Kabupaten Lombok Utara.
Bagus Fadjar Fadillah Alisther Pusat mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen ALISHTER bersama para pemangku kepentingan di sektor pertanian untuk memberikan edukasi kepada petani terkait tata cara penggunaan pestisida yang benar sesuai ketentuan, sekaligus meminimalisir risiko terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. Program serupa telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk peningkatan kapasitas petani.
Pelatihan diikuti oleh para petani, penyuluh pertanian, dan berbagai unsur terkait. Peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan pestisida terbatas, penggunaan alat pelindung diri (APD), teknik pencampuran dan penyemprotan yang tepat, penyimpanan pestisida yang aman, hingga penanganan limbah serta langkah pertolongan pertama apabila terjadi paparan pestisida, ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta juga diingatkan pentingnya membaca label dan petunjuk penggunaan sebelum mengaplikasikan pestisida di lahan pertanian. Dengan penerapan prosedur yang benar, penggunaan pestisida diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan kelestarian lingkungan, tandasnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik lapangan, sehingga peserta dapat memahami secara langsung teknik penggunaan pestisida yang aman, efektif, dan sesuai standar operasional yang berlaku.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para petani di Kabupaten Lombok Utara semakin memahami pentingnya penggunaan pestisida secara bijak serta mampu menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian sekaligus menjaga produktivitas hasil pertanian yang aman bagi masyarakat dan lingkungan, tutup Bagus Fadjar Fadillah. (ms)