Sasaka

Karang Taruna Gerbang Sasak Kutuk Keras Dugaan Pengeroyokan Ketua KNPI Lombok Barat

Sasaka.id, Lombok Barat – Karang Taruna Gerbang Sasak Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, mengecam keras dugaan pengeroyokan terhadap Ketua KNPI Lombok Barat, M. Taufik, yang terjadi setelah keributan di sebuah kafe di Kota Mataram, Sabtu dini hari.

Ketua Karang Taruna Gerbang Sasak Kecamatan Lembar, Faozan, M.Hum, menilai tindakan kekerasan terhadap siapa pun tidak dapat dibenarkan dan harus mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum.

“Kami mengutuk keras tindakan brutal berupa dugaan pengeroyokan terhadap Ketua KNPI Lombok Barat. Apa pun persoalannya, kekerasan bukanlah jalan penyelesaian,” tegas Faozan.

Menurutnya, peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan antarindividu semata. Jika dugaan pengeroyokan tersebut benar terjadi, maka kasus itu harus diusut secara menyeluruh untuk memastikan siapa saja yang terlibat serta motif di balik kejadian tersebut.

Faozan juga meminta kepolisian segera melakukan penyelidikan secara profesional, termasuk mengamankan bukti-bukti yang ada di lokasi kejadian, memeriksa saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV apabila tersedia.

“Kami meminta kepolisian segera mengusut kasus ini secara transparan dan profesional. Jika memang ada tindak pidana, para pelaku harus ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Taufik Disebut Mengalami Luka di Kepala dan Wajah

M. Taufik dilaporkan menjadi korban dugaan pengeroyokan setelah terjadi keributan di RodTop Kofe, Kota Mataram, sekitar pukul 02.30 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak korban, kejadian bermula ketika salah seorang teman Taufik terlibat keributan di lokasi. Taufik kemudian berupaya melerai dan menenangkan situasi agar keributan tidak semakin meluas.

Namun, upaya tersebut disebut justru membuat Taufik terlibat dalam situasi tegang. Ia diduga sempat dipegang pada bagian leher oleh seseorang. Taufik kemudian melakukan perlawanan dengan mendorong orang tersebut.

Keributan pertama akhirnya berhasil diredam oleh petugas keamanan atau satpam yang berada di lokasi.

Persoalan kemudian berlanjut ketika Taufik turun menuju area parkir bersama rekannya, Halimi.

Menurut keterangan dari pihak korban, di area parkir tersebut Taufik diduga telah ditunggu oleh sekitar tujuh orang. Dalam situasi tersebut, salah seorang yang diduga terlibat disebut-sebut sempat mengarahkan benda yang diduga senjata api kepada Taufik dan Halimi.

Selain itu, para terduga pelaku disebut membawa botol minuman yang diduga digunakan untuk mengancam korban.

Dalam kondisi tersebut, Taufik kemudian disebut dibawa oleh seseorang menuju kawasan depan My Style, Kota Mataram.

Halimi yang berada dalam situasi tersebut kemudian berupaya menyusul rekannya menggunakan layanan transportasi daring. Saat melakukan komunikasi melalui sambungan telepon, Halimi mengaku mendengar Taufik mengeluhkan rasa sakit.

Setelah berhasil menemukan Taufik, Halimi mendapati kondisi Ketua KNPI Lombok Barat tersebut mengalami sejumlah luka pada bagian kepala dan wajah.

Taufik kemudian dilarikan ke RSUP NTB untuk mendapatkan penanganan medis.

Minta Polisi Usut Dugaan Ancaman Senjata Api

Faozan menilai dugaan penggunaan atau ancaman menggunakan benda yang menyerupai senjata api dalam peristiwa tersebut juga perlu menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

“Kalau benar ada dugaan penggunaan atau penodongan senjata api, tentu ini bukan persoalan sederhana. Polisi harus mendalami informasi tersebut dan memastikan fakta sebenarnya melalui proses penyelidikan,” kata Faozan.

Ia juga meminta agar penyelidikan tidak berhenti pada pelaku yang diduga melakukan kekerasan secara langsung. Polisi, menurutnya, perlu mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat sejak keributan awal hingga terjadinya dugaan pengeroyokan.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab. Yang paling penting, prosesnya objektif dan berdasarkan bukti,” ujarnya.

Faozan berharap kasus tersebut dapat segera mendapatkan titik terang sehingga tidak menimbulkan spekulasi maupun keresahan di tengah masyarakat.

Sebagai organisasi kepemudaan di tingkat kecamatan, Karang Taruna Gerbang Sasak juga mengajak seluruh pemuda untuk tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada mekanisme hukum.

“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi, bukan memperbesar konflik. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali di Lombok Barat maupun di daerah lain,” pungkasnya.(Hasta)

Exit mobile version