Harga LPG 3 Kg di Sembalun Tembus Rp 27 Ribu Warga Pertanyakan Efektivitas Tambahan Pasokan Pemda Lombok Timur

Sasaka.id, Lombok Timur – Meski Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menambah pasokan Gas LPG 3 kilogram secara signifikan, jeritan masyarakat di tingkat bawah terkait harga yang melambung tinggi masih terus terdengar. Di wilayah Sembalun, harga gas subsidi tersebut dilaporkan menembus angka Rp 30.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, mengingat Gas LPG 3 kg merupakan kebutuhan pokok rumah tangga yang disubsidi oleh negara.
Sejumlah warga di Kecamatan Sembalun mengeluhkan harga yang bervariasi dan cenderung tidak terkendali. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya atas praktik spekulasi harga yang dilakukan oknum pengecer.
Istri mengalaminya sendiri, kemarin sewaktu membeli Gas LPG 3 kilogram di salah satu pengecer harganya Rp 27 ribu. Sangat disayangkan jika ini terus dibiarkan oleh pemerintah tanpa ada tindakan, tuturnya kepada media. (27/3/2026).
Ia menambahkan, meskipun lokasi Sembalun berada di dataran tinggi yang jauh dari perkotaan, kenaikan harga hingga Rp 30.000 dianggap sudah tidak wajar.
Khusus di Sembalun harga biasanya berkisar Rp 22-23 ribu, itu masih wajar karena jarak. Tapi kalau sudah diatas Rp 23 ribu sampai Rp 27 ribu per tong, itu tidak wajar. Saya khawatir ini berimbas ke pengecer lain untuk ikut menaikkan harga. Dua hari setelah lebaran harganya Rp 30 ribu,
tambahnya.
Di sisi lain, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan bahwa Pemerintah Daerah telah bergerak cepat melakukan langkah antisipasi untuk menjamin ketersediaan stok. Pemkab telah menambah kuota distribusi sebesar 17.000 tabung per hari guna meredam isu kelangkaan.
Dengan tambahan ini, total distribusi harian yang sebelumnya berada di angka 35.000 tabung, kini melonjak menjadi 50.000 tabung per hari di seluruh wilayah Lombok Timur.
Begitu menerima informasi adanya kelangkaan, kami langsung berkoordinasi untuk menambah pasokan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan distribusi tetap berjalan lancar, ujar Bupati Haerul Warisin dalam keterangan resminya (26/3/2026)
Bupati juga memastikan bahwa berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, jumlah tambahan tersebut seharusnya mencukupi kebutuhan warga. Ia mengimbau agar para penjual eceran tetap mengikuti aturan harga yang berlaku dan masyarakat tidak melakukan panic buying.
Meskipun stok diklaim aman, kontradiksi harga di lapangan menunjukkan adanya celah dalam rantai distribusi dari pangkalan ke pengecer. Pemerintah daerah pun berjanji akan memperketat pengawasan agar gas subsidi tersebut tepat sasaran dan harganya tetap terjangkau.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penambahan stok, tetapi juga menindak tegas oknum pengecer yang mengambil keuntungan tidak wajar di tengah situasi sulit ini. (ms)



