Diduga Ada Permainan Pansel Kapala Dusun Pansor Kecamatan Kayangan Berujung Perusakan Kantor Desa

Sasaka.id, Lombok Utara – Hasil pansel tiga Kadus, yakni Kadus Pansor Tengah, Dusun Lendang Galuh dan Dusun Kuni Jati di Desa Pansor Kecamatan Kayangan berakhir ricuh dan perusakan kantor desa. Hal ini lantaran calon Kepala Dusun Pansor Tengah mendesak pemerintah desa untuk membatalkan pelantikan terhadap kadus tersebut karena dinilai tidak sesuai prosedur dan tidak transparan. (19/02/2026).
Saat di konfirmasi media calon Kepala Dusun Pansor Tengah Anggi Pratama, mengatakan, pansel kemarin itu tiga dusun, Pansor Tengah, Pansor Lendang Galuh dan Kuni Jati, dimasing-masing dusun itu ada dua calon sedangkan di Dusun Kuni Jati ada tiga calon, panitia mengumumkan hasil tes itu kemudian di Dusun Pansor Tengah sudah jelas siapa nilai tertinggi dan terendah, ujarnya.
Lanjut Anggi, yang menjadi permasalahan saat selesainya pansel itu terjadi ada indikasi, di hasil itu ada lingkaran yang asli dan yang melingkari itu adalah Kepala Desa dan hasil yang dilingkari itu atas nama Masidin yang akan direkomendasikan ke Kecamatan atau Kabupaten, pada saat itu juga panitia tidak memegang arsip, seharusnya panitia itu memegang arsip tapi hasil itu langsung diambil alih oleh Kepala Desa, kemudian sampai terjadinya melingkari hasil itu dan panitia waktu itu bahkan diputus secara diam-diam diruangan Kepala Desa.
Menjadi permasalahanya dan sempat kita diskusikan dengan Kades dan rival saya itu bahkan disaksikan oleh anggota BPD dan Perangkat Kewilayahan, kita diskusi dirumah Kadus dan bahkan ketika waktu pelantikan tidak sesuai dengan regulasi yang ada, maka kita akan turun aksi dalam artian supaya kita mengantisipasi aksi demo tetapi Kades itu tidak merespon saran dari kami yang lebih disayangkan lagi bahkan atau bisa saya bilang tokoh di Desa Pansor ini memberikan saran arahan tetapi tidak direspon oleh Kades dan tetap nomor dua yang nilainya kecil yang akan dilantik, tandasnya.
Dan dengan bahasa Kades berkomitmen tidak bisa diganggu gugat dan bisa dipastikan yang akan dilantik adalah Masidin oleh sebab itu sudah diajukan ke Bupati Lombok Utara satu nama itu akan tetap di rekomendasikan, tetapi ditolak oleh Bupati di tolak, tandasnya.
Saat di konfirmasi media melalui chat WhatsApp dan telpon selular Kades Pansor mengatakan, masih di Polres Lombok Utara, ketika media menyambanginya untuk konfirmasi tidak mau ketemu dan memberikan keterangan sampai berita ini di turunkan. (ms)



